Mangil Martowidjojo, Komandan Kawal Pribadi Soekarno kala itu sudah mendapat informasi dari Kapten Dahlan, Komandan Pengawal Istana, terkait percobaan pembunuhan oleh kelompok Darul Islam sehari sebelumnya.
Mendengar peringatan ini ia mengecek kegiatan Bung Karno sepekan ke depan.
Dan didapati, momen Salat Idul Adha tersebut adalah yang paling longgar pengamanannya.
Karena pintu Istana Merdeka dibuka untuk umum.
Disebutkan, Mangil menyamar mengenakan sarung dan kopiah, ditemani wakilnya, Soedarso berdiri enam langkah di depan Sukarno saat pelaksanaan salat.
Setelah terlihat gerakan mencurigakan si penembak, Mangil langsung menyeret Soekarno dari lokasi dalam keadaan menunduk.

