Kalau Anda sopir Uber, setiap berakhirnya trip, Anda kirim customer sampai ke tujuan.
Memang maps akan keluar 'drop off', berarti sudah sampai.
Tapi tak berikan detail dan tempat dia mau diturunkan, mana bisa proceed maps itu? Tak mungkin!
Tapi apa yang menjadi tanda tanya pada maps ini, tertera alamat customer mau turun 'unknown'.
Kalau dipikirkan kembali dan perhatikan maps, jarak dari tempat pickup ke tujuan hanya 0,01 kilometer.
Gila apa jarak dekat begitu mau naik Uber? Ah! Ini sudah semakin pelik.
Saya terus keluar dari jalan raya itu sebab keadaan menjadi semakin pelik.
Lima kilometer kemudian, saya melihat stasiun.
Saya singgah ke toilet, refresh apa yang patut dengan harapan bau wangi tadi hilang sebab saya mau balik ke rumah!
Ketika kembali ke mobil, bau wangi itu masih ada lagi.
Aduh! Dia tak pergi apa?
Saya duga itu membuntuti saya dari kuburan tadi.
Setelah itu, saya sudah malas buang waktu sebab memang sumpah merinding waktu itu.
Saya beranikan diri juga berbicara saat masuk dalam mobil.
Saya mau balik habis ini. Kamu turun, jangan ikut saya. Saya mau balik ...
Saya pun masuk dan baca bismillah dengan ayat kursi.
Lima menit kemudian, bau itu hilang.
Ya Allah leganya hati saya. Terus saya call istri dan berbicara dengannya dalam perjalanan pulang ke rumah.
Mau percaya atau tidak, terserah.
Tapi sumpah saya tidak tipu bahwa inilah pengalaman saya yang paling tidak baik selama menjadi sopir Uber.
Tapi itu bukan alasan untuk melemahkan semangat saya untuk mencari rezeki dengan Uber.
Cuma saya mau berpesan, jagalah diri baik-baik.
Setelah ini kalau tengah malam maps sudah bawa masuk jalan gelap pedalaman aneh, lebih baik buat putaran U saja.
Bimbang apa itu atau orang mau merampok atau apa.
Sekian cerita pengalaman saya sebagai sopir Uber buat Anda semua.

