Berikut kisah selengkapnya.
Nina kehilangan ibunya ketika masih duduk di bangku SD akibat sakit kanker.
Di hari kematian ibunya Nina melihat bagaimana sang ayah menangis meraung-raung dengan hati yang hancur.
Namun demikian, kepedihan itu hanya berlangsung sehari semalam.
Setelah hari itu ia kembali bangkit dan menjalankan peran ibu sekaligus ayah bagi ketiga anak-anaknya.
Ketika beranjak dewasa, Nina dan kedua kakaknya beberapa kali bertanya kepada ayahnya.
"Ayah tidak mau menikah lagi?"
Namun pertanyaan tersebut tidak pernah ditanggapi ayah mereka.

