Diikuti Soedarso yang siaga menarik pistol sambil berjalan mundur.
Akibatnya pelaku dijatuhi hukuman mati.
Namun ketika diajukan, Soekarno menolak menandatangani surat hukuman itu.
“Aku tidak sampai hati memerintahkan dia dieksekusi,” kata Soekarno.
Peristiwa ini jadi perhatian khusus Menteri Pertahanan dan Keamanan, Jendral Abdul Haris Nasution.
Ia menyarankan Soekarno membentuk resimen khusus menjaga dirinya dan keluarganya.
Dalam tim ini harus ada prajurit-prajurit terbaik dari empat angkatan: AD, AURI, AL, dan Polri.
Permintaan ini pun disetujui Presiden Soekarno yang mengeluarkan surat keputusan pembentukan resimen kawal bernama Tjakrabirawa pada 6 Juni 1962, bertepatan dengan ulang tahunnya. (wikipedia/alfirusss/berbagai sumber)

