Peluru kedua ditembakkan dan tetap meleset.
Pelaku adalah seorang kiai yang memimpin pemberontak DI/TII, Moh Bachrum.
Namun ada juga cerita yang mengatakan pelaku bukan Bachrum, namun orang suruhannya.
Melihat Dua Bayangan Soekarno
Dalam cerita lain mengatakan yang terkena tembak adalah dua polisi, Amoen dan Susilo.
Mereka bersama beberapa polisi lain serempak bertubrukan menutupi tubuh Sukarno.
Amoen tertembak di dada, sedang Susilo terserempet peluru di bagian kepala.
Meski terkena tembakan, keduanya selamat.

